Apa itu Pouch: Fungsi, Manfaat dan Contoh Penggunaan Kemasan Pouch

Apa itu Pouch: Fungsi, Manfaat dan Contoh Penggunaan Kemasan Pouch

Kemasan pouch menjadi sangat populer dan paling sering digunakan sebagai media untuk membungkus ataupun menjadi wadah makanan maupun minuman.

Banyak jenis makanan, baik siap makan maupun makanan dan minuman olahan memanfaatkan kemasan pouch untuk membungkus produk utamanya.

Dari sisi tampilan pun, kemasan pouch lebih terlihat mewah dan elegan dibandingkan kemasan biasa yang cenderung konvensional dan monoton, sehingga dilihat secara marketing, kemasan yang biasa tidak memiliki daya tarik khusus dibandingkan kemasan pouch.

Kemasan pouch lebih simpel karena dilengkapi perekat yang bisa dibuka dan ditutup. Sehingga kualitas produk dalam kemasan pouch lebih higienis.

Material atau bahan pembuat kemasan pouch juga terbilang murah dan kuat untuk menyimpan makanan dan minuman dalam jangka waktu yang lama sehingga tak heran jika bukan hanya industri besar yang hanya memanfaatkan kemasan pouch, tapi juga industri skala rumah tangga pun memanfaatkan kemasan pouch ini.

Seiring dengan perkembangannya, produk kemasan pouch pun mulai variatif. Jika sebelumnya, kemasan pouch lebih mengandalkan fungsi umum sebagai pembungkus makanan dan minuman, kini juga terlihat lebih estetis dengan pengembangan jenis seperti standing pouch.

Pengertian Pouch

Secara umum, pouch yang merujuk ke bahasa Inggris jika diartikan secara harfiah  dalam bahasa Indonesia bisa berarti kantong atau kemasan yang merujuk pada kemasan makanan maupun minuman.

Di Indonesia penggunaan kemasan pouch sudah berlangsung sejak lama, sekitar tahun 2005 yang dirintis melalui sebuah jaringan produsen susu terkenal dan kemudian diikuti oleh industri makanan dan minuman lainnya.

 

Keunggulan Pouch

Banyak keunggulan atau kelebihan yang di dapat dari penggunaan kemasan pouch ini. Untuk produsen, kemasan pouch dianggap sangat efektif untuk mempromosikan produk bisnisnya karena dengan menggunakan kemasan pouch, produsen bisa menampilkan keunggulan produk serta manfaat produk kepada calon konsumennya.

Selain itu dari sisi biaya produksi, penggunaan kemasan pouch jauh lebih murah dibanding kemasan lainnya. Tampilannya yang menarik dengan desain yang menawan juga menjadikan kemasan pouch lebih terlihat berbeda dengan produk sejenis milik kompetitor lainnya.

Sedangkan dari sisi konsumen, kemasan pouch lebih fleksibel dan praktis penggunaannya. Pada beberapa produk yang menggunakan kemasan pouch memang dilengkapi dengan teknologi seal atau perekat otomatis sehingga akan lebih higienis ketika tidak lagi digunakan.

Bentuknya yang simpel juga memudahkan kemasan pouch diletakkan di ruang ataupun rak dapur yang terbatas sekalipun, karena bentuknya yang bisa menyesuaikan keadaan ruangannya. Hal ini berbeda dengan kemasan biasa yang umumnya diberikan tambahan udara di bagian dalam produk sehingga terlihat lebih besar.

Jenis Pouch Berdasarkan Bentuk

Berdasarkan bentuknya, kemasan pouch dibagi menjadi dua jenis kemasannya;

Pouch Lebar (Wide Pouch)

Kemasan pouch jenis ini umumnya tidak mengutamakan bentuk kemasan dan memiliki bentuk yang cenderung melebar beberapa pouch ada yang bisa berdiri namun bentuk kemasannya tidak beraturan.

Pouch jenis ini biasanya dipakai untuk bumbu makanan, bahan atau adonan kue siap olah ataupun susu kental manis. Kemasan pouch jenis ini juga saat ini sudah tidak banyak digunakan lagi oleh para produsen makanan dan minuman karena dianggap kurang menarik dan tidak bisa mendongkrak penjualan.

Pouch Berdiri (Standing Pouch)

Kemasan pouch yang bisa berdiri ini atau yang lebih dikenal dengan istilah standing pouch saat ini lebih mendominasi penggunaan kemasan berbentuk pouch. Hampir semua jenis makanan dan minuman ataupun berbagai jenis olahan makanan, bumbu masak hingga susu pun sudah mengadopsi desain kemasan standing pouch yang lebih menarik.

Standing pouch juga dianggap oleh produsen lebih menjual dan sangat efektif untuk meningkatkan penjualan produk. Tak hanya itu saja, dari sisi biaya produksi, standing pouch juga memiliki harga yang lebih murah.

Bentuk kemasannya juga tidak mudah berubah karena terbuat dari bahan yang kuat, elastis dan tahan lama.

 

Baca juga :

Jenis Pouch Berdasarkan Bahan

Pembagian jenis pouch juga diklasifikasikan berdasarkan bahan atau material untuk membuat kemasan pouch, yang terdiri dari berbagai macam jenis seperti berikut ini;

Pouch Material Plastik

Kemasan pouch jenis ini sepenuhnya menggunakan material plastik jenis transparan atau bisa juga dikombinasikan dengan plastik warna. Industri makanan ringan skala rumahan sangat umum menggunakan pouch dengan material plastik ini.

Karena, kemasan pouch dengan material plastik ini sebenarnya ingin lebih menonjolkan produk jualannya. Tak hanya itu saja, pouch jenis ini juga relatif simpel dengan desain yang relatif minimalis, dan biasanya hanya terdapat tambahan seputar informasi produk yang bentuknya bisa berupa stiker maupun hasil sablon.

Selain itu, calon pembeli juga bisa melihat langsung tampilan produk yang ada di dalam standing pouch, kemudian dari sisi harga, standing pouch bermaterial plastik ini juga relatif terjangkau bagi industri kecil.

Pouch Kombinasi

Selanjutnya kemasan pouch dengan menggunakan dua bahan utama yakni plastik di bagian depan pouch dan material metalized atau sejenis kertas alumunium foil namun teksturnya menyerupai plastik di bagian dalam pouch.

Jenis produk makanan yang menggunakan standing pouch kombinasi ini adalah makanan ringan yang memiliki tekstur lengket seperti coklat, keripik pedas atau juga bumbu-bumbuan yang siap diolah.

Fungsi alumunium di bagian dalam kemasan pouch umumnya untuk lebih melindungi kebersihan produk agar tidak mudah terkontaminasi atau terpengaruh oleh benda atau aroma dari luar yang bisa mempengaruhi rasa dari produk tersebut.

Pouch Alumunium dan Art Paper

Pouch alumunium ini menggunakan material alumunium foil sebagai bahan utamanya, kemudian di bagian luar standing pouch dilapisi dengan kertas art paper yang biasanya digunakan untuk media promosi serta informasi produk dan dibuat semenarik mungkin sehingga langsung memikat calon pembeli secara langsung.

Untuk harganya juga sedikit lebih mahal dibanding pouch kombinasi maupun plastik, proses pembuatannya pun biasanya berdasarkan pesanan khusus. Mengingat ongkos produksinya yang tinggi, penggunaan pouch dengan dua bahan khusus ini biasanya untuk produk-produk tertentu dengan nilai jual yang tinggi.

Pouch Alumunium

Kemasan pouch jenis ini sepenuhnya menggunakan material alumunium foil baik dibagian luar maupun dalamnya. Standing pouch jenis ini memang lebih mempertimbangkan untuk menjaga kualitas produk agar tidak mudah terkontaminasi.

Standing pouch jenis ini umumnya digunakan untuk mengemas produk biji kopi hasil sangrai maupun bubuk kopi siap seduh.

Kemasan pouch berbahan alumunium ini memiliki keunggulan seperti tahan panas dan tidak mudah rusak karena air. Sifat alumunium juga tidak berpengaruh terhadap kesehatan sehingga sangat baik untuk dijadikan sebagai kemasan.

Pouch Window

Pouch jenis ini biasanya terdiri lebih dari satu material seperti kombinasi plastik atau alumunium foil namun pada bagian bawahnya terdapat jendela (window) berbentuk persegi panjang agar pembeli bisa melihat produk secara langsung.

Standing pouch jenis ini relatif lebih banyak diminati oleh UKM karena terdapat dua keuntungan sekaligus dengan menggunakan kemasan jenis ini, bisa menjadi media promosi sekaligus menonjolkan produknya.

Tujuan utama produsen menggunakan pouch jenis Window ini secara tidak langsung adalah untuk menyampaikan kepada konsumennya tentang perbedaan baik dari segi kualitas maupun tekstur produk makanan yang ada di dalam kemasan pouch yang bisa dilihat langsung oleh calon konsumennya.

Pouch Kraft Paper

Pouch berbahan kraft paper sepenuhnya menggunakan kertas kraft yang memiliki daya tahan yang kuat, tidak mudah robek dan lebih tahan lama. Beberapa standing pouch jenis ini juga ada yang menggunakan material alumunium foil di bagian dalamnya untuk melindungi produk utamanya.

Sifat kertas kraft yang lentur dan mampu menyesuaikan bentuk dengan produk yang ada di dalamnya memang menjadi keunggulan utama kemasan pouch berbahan kraft paper ini. Hanya saja harganya memang masih relatif mahal dan akan sangat berpengaruh terhadap biaya produksi jika menggunakan kemasan pouch jenis ini.

 

Pouch Makanan

Kemasan pouch untuk makanan biasanya memiliki karakter khusus dan lebih menitikberatkan pada faktor keamanan bahan kemasan agar aman dan bisa dikonsumsi. Selain itu penggunaan pouch makanan juga harus terjaga tingkat higienitasnya.

Karenanya pouch makanan membutuhkan spesifikasi material kemasan tertentu seperti berbahan alumunium, kertas kraft dan plastik.

Perhatikan juga tiap bahan untuk membuat kemasan juga memiliki kode-kode tertentu mulai dari yang bisa di daur ulang, aman untuk tubuh, tidak mengandung zat karsinogen pemicu kanker serta tidak mempengaruhi kualitas, rasa dan tekstur makanan.

Pouch Makanan Tidak Mempengaruhi Kualitas Produk

Pouch makanan juga harus terjamin secara langsung agar tidak mempengaruhi kualitas produk yang ada di dalam kemasan. Hal ini penting, mengingat faktor kemasan produk juga bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya zat kimia yang berbahaya untuk tubuh bila di konsumsi.

Pada pouch berbahan plastik misalnya, harus memilih plastik yang tidak berwarna karena zat pewarna dalam plastik mengandung zat karsinogen sebagai pemicu penyakit kanker yang jika di konsumsi secara terus menerus akan memicu akumulasi zat karsinogen dalam tubuh.

Pouch Makanan Tidak Mempengaruhi Rasa

Memilih bahan pouch makanan agar tidak mempengaruhi rasa dari produk juga tak kalah penting, terlebih makanan kemasan yang sudah terlalu lama dijual atau tidak di konsumsi amat mungkin akan mempengaruhi rasa.

Terlebih proses penempatan dan penyimpanan produk tidak sesuai standar yang bisa memicu timbulnya zat-zat tertentu yang memberikan reaksi terhadap produk yang ada di dalamnya.

Karenanya penting memperhatikan suhu ideal pada saat proses pengemasan menggunakan pouch serta suhu tempat penyimpanan produk.

Pouch Makan Tidak Mempengaruhi Aroma

Pemilihan bahan kemasan pouch yang tepat juga penting agar produk yang ada di dalam kemasan tidak mudah tercampur dengan aroma dari luar maupun aroma yang mungkin muncul dari bahan pembuat kemasan pouch itu sendiri.

Pouch Minuman

Sama halnya dengan pouch makanan, kemasan minuman juga idealnya harus higienis dan tidak mudah terkontaminasi baik udara maupun benda lain dari luar yang juga bisa mempengaruhi rasa, kualitas dan aroma dari produk yang ada dalam kemasan pouch.

Umumnya pula, kemasan pouch minuman lebih banyak menggunakan standing pouch sebagai kemasan utamanya, karena dianggap memiliki banyak keuntungan serta mampu meningkatkan penjualan produk.

Penggunaan pouch pada produk minuman juga akan lebih awet, kuat dan tahan lama meskipun penempatan kemasan pouch harus sesuai dengan suhu di sekitarnya.

Produk minuman yang menggunakan standing pouch diantaranya seperti; minuman instan, kopi, teh, susu hingga jamu-jamuan. Khususnya standing pouch kopi baik yang masih berupa bubuk maupun biji hasil roastingan biasanya menggunakan standing pouch khusus yang dilengkapi dengan seal di bagian atas kemasan.

Selain itu, terdapat pula pouch khusus untuk biji kopi yang mengadopsi teknologi kemasan kedap udara untuk mencegah udara masuk ke dalam kemasan produk sehingga bisa mempengaruhi rasa dan aroma biji kopi.

Selanjutnya, penggunaan pouch pada minuman susu maupun cairan susu kental manis biasanya menggunakan pouch khusus yang bisa dibuka tutup dengan menempatkan tutup khusus yang bisa dibuka dan ditutup oleh konsumennya.

Pada susu berjenis ultra high temperature (UHT), pouch atau kemasan yang digunakan bahkan sangat tertutup rapat dan lapisan pouch bagian dalam dilengkapi dengan lapisan alumunium foil untuk mencegah udara masuk ke dalam kemasan sehingga bisa mempengaruhi susu UHT atau bahkan membuatnya basi.

Baca juga : Kelebihan Menggunakan Kemasan Makanan yang Baik

 

Pouch Bag

Pada kemasan pouch bag, biasanya lebih ditujukan ke wadah atau kemasan untuk menyimpan berbagai perlengkapan kebutuhan harian seperti kotak nasi, minuman, tisu, perlengkapan kosmetik atau bahkan barang berharga.

Beberapa pouch bag juga bahkan digunakan sebagai tempat atau kemasan dari produk perlengkapan sehari-hari seperti botol minum, tempat makan hingga cetakan kue.

Pada pouch bag, bahan atau material yang digunakan umumnya menggunakan bahan kain seperti kain kanvas, bahan calf atau bahkan kulit, tergantung dengan kebutuhan dan biaya produksi yang ditetapkan.

Banyak masyarakat yang memilih menggunakan pouch bag karena dianggap lebih simpel, praktis dan efisien sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana.

Bentuk dan ukuran kemasan pouch bag juga relatif kecil agar bisa diletakkan di tempat yang tidak terlalu luas. Tiap pouch bag juga selalu dilengkapi tali pegangan untuk memudahkan penggunanya membawa pouch bag.

Sedangkan untuk produk baik makanan dan minuman, pouch bag biasanya digunakan sebagai paket bundling untuk berbagai produk dari produsen yang sama dan dijual sepaket serta dikemas dalam pouch bag dengan desain dan warna yang menarik.

Pouch Sablon

Seiring dengan kian tingginya pengguna kemasan pouch untuk kepentingan promosi, maka banyak pula usaha percetakan dan sablon yang melayani jasa sablon berbagai desain dan bentuk kemasan pouch.

Banyak kemasan pouch yang memiliki desain unik dan berwarna-warni serta berbagai informasi keunggulan dan kandungan produk yang ada dalam kemasan pouch.

Pada industri kecil, pemanfaatan kemasan pouch sebagai sarana promosi biasanya mencantumkan pula cara pemesanan hingga nomor kontak pemesanan untuk memudahkan konsumen jika ingin membeli produk tersebut secara berkelanjutan.

Harga yang diberlakukan untuk proses sablon untuk kemasan pouch ini memang relatif lebih mahal karena prosesnya dilakukan secara manual. Selain itu, proses penyablonan kemasan pouch juga memakan waktu yang lebih lama. Tak hanya itu, dalam beberapa kasus hasil cetak dengan sablon manual juga sering ditemukan cacat produk seperti tinta yang meluber atau tidak rata.

Pouch Printing

Jika dibandingkan dengan kemasan pouch yang disablon, pouch yang melalui proses printing biasanya ditawarkan dengan harga yang lebih murah karena proses desain dan pembuatannya sepenuhnya mengandalkan mesin cetak.

Dengan menggunakan mesin cetak pula, proses pembuatan maupun desain kemasan pouch jauh lebih cepat dan kemasan pouch yang dihasilkan juga jauh lebih rapi karena dilakukan dengan mesin cetak digital.

Karenanya, kebanyak industri makanan maupun minuman lebih mengandalkan proses pencetakan kemasan pouch dengan printing daripada sablon manual

Demikianlah tadi ulasan mengenai kemasan pouch yang saat ini sangat diminati oleh produsen tak hanya makanan dan minuman tapi juga industri lain yang memanfaatkan kemasan pouch sebagai wadah atau tempat untuk membungkus produk yang lebih simpel, dengan desain yang menarik serta mampu meningkatkan penjualan.

Kami tokokemasankita.com menyediakan berbagai kebutuhan packaging kemasan makanan dan minuman untuk keseluruhan kebutuhan usaha dari kelas jajanan hingga kemasan untuk kebutuhan supermarket, tokokemasankita memiliki banyak cabang toko yang tersebar di surabaya untuk memenuhi permintaan kemasan untuk usaha Anda.

Share this post