Tips Produksi Kemasan UKM

Tips Produksi Kemasan UKM

Sebagian pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) mungkin mengalami kesulitan ketika sampai di tahap produksi kemasan. Desain yang sudah menarik dan komunikatif, ketika dihitung-hitung untuk produksi massal kemasan, ternyata membutuhkan biaya yang luar biasa mahal. Keterbatasan UKM terletak pada kemampuan keuangan yang tidak terlalu besar, serta jumlah produksi yang belum sebanyak pabrikan besar. Produksi kemasan dengan jumlah sedikit ini akan mempengaruhi biaya per unit kemasan (unit cost) yang juga akan menjadi sangat mahal. Sementara untuk mencetak kemasan sekaligus dalam jumlah sangat banyak, pelaku UKM terbentur pada volume penjualan yang masih sedikit, sehingga selain menyerap modal yang besar, kemasan yang banyak itu juga akan sangat lama menumpuk digudang yang tentu saja akan merugikan arus kas pelaku UKM. Pemilihan material kemasan yang tepat menjadi salah satu cara untuk mengatasi kendala-kendala tersebut. Ada tiga jenis material yang biasa digunakan pelaku UKM, yaitu:

1. Karton

Kemasan karton lipat dengan material karton adalah salah satu jenis kemasan yang banyak digunakan produk UKM. Selain kemudahan mendapatkan material, karton juga dapat dicetak dengan teknik cetak offset yang biayanya lebih murah. Strategi biaya yang bisa dilakukan pada penggunaan material ini adalah pemilihan material karton yang digunakan.

2. Botol

Produk UKM juga banyak dikemas dalam kemasan botol, baik botol plastik maupun botol kaca. Bagi usaha kecil, membuat desain botol sendiri untuk kemudian membuat produksinya khusus untuk keperluan produknya akan membutuhkan biaya yang sangat mahal. Solusi dari masalah ini adalah menggunakan botol yang termasuk dalam kategori free items. Ini adalah istilah untuk botol yang diproduksi massal oleh pabrik botol, dan bisa dibeli oleh siapa saja. Toko-toko kemasan yang menjual botol free items ini biasanya memperbolehkan untuk membeli dalam jumlah sedikit.

3. Kemasan Fleksibel

Walau sama-sama menggunakan material plastik, perbedaan penting dari struktur kemasan fleksibel dengan kemasan plastik kaku (botol, tottle, jar, tube,tub, cup) adalah pada bentuknya sebelum dan setelah diisi produk. Kemasan fleksibel memiliki bentuk datar (flat) sebelum diisi produk, baik berupa kantong maupun rol, kemudian bentuknya akan berubah setelah diisi produk, mengikuti bentuk produk yang mengisinya atau mengikuti struktur kemasannya. Kemasan fleksibel merupakan jawaban atas kendala kemasan plastik kaku yang lebih menyita tempat ketika disimpan sebelum digunakan dan lebih murah karena membutuhkan sedikit material kemasan untuk mengemas volume produk yang sama. Kemasan fleksibel memiliki pilihan material yang beragam untuk mendapatkan perlindungan yang dibutuhkan oleh produk serta ukuran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, membuat banyak pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) menggunakan jenis kemasan ini untuk produknya.

 

Sumber: Satriyono, wahyudi, 2017, Mantra Kemasan Juara, Kompas Gramedia.

Share this post