Pengisian Nitrogen Pada Kemasan Makanan Ringan Supaya Mengembung, Apakah Aman?

Pengisian Nitrogen Pada Kemasan Makanan Ringan Supaya Mengembung, Apakah Aman?

Pernahkah Anda membeli makanan ringan seperti keripik kentang yang bungkusnya menggelembung, namum saat dibuka ternyata separuhnya hanya berisi udara? Proses pengemasan snack ini disebut nitrogen flushing, yaitu saat nitrogen dimasukkan ke dalam kemasan makanan. Namun, apakah nitrogen flushing ini berpengaruh pada makanan dan pada kesehatan kita? Simak ulasannya berikut ini.

Apa itu nitrogen flushing?

Oksigen akan memicu jamur, ragi, dan bakteri aerob berkembang dan merusak makanan. Sehingga, makanan akan cepat tengik atau berubah warna jika terlalu lama terkena paparan oksigen, seperti halnya makanan yang dibiarkan dalam keadaan terbuka.

Salah satu cara untuk membuat makanan tetap bertahan lama adalah dengan mengeluarkan oksigen dari wadah, dan menggantinya dengan nitrogen. Proses inilah yang dinamakan nitrogen flushing.

Penggantian oksigen dengan nitrogen bertujuan untuk menghindari oksidasi yang menyebabkan makanan cepat rusak dan basi.

Nitrogen flushing kebalikan dari proses vakum

Pada makanan seperti daging segar, sosis, atau dendeng yang dikemas dalam segel plastik, udara tidak dibutuhkan di dalam kemasan. Makanan tersebut dimasukkan ke dalam wadah, kemudian udara di dalamnya dikeluarkan sehingga hampa udara. Proses ini disebut pengemasan vakum. Anda bisa mengamati kemasan pada bungkus sosis yang rapat dan ketat yang menandakan tidak ada udara di dalamnya.

Namun, tidak semua makanan dikemas dengan pengemasan vakum. Jenis makanan yang rentan hancur atau rusak, seperti keripik membutuhkan perlindungan selama makanan didistribusikan. Begitu juga dengan biji kopi kemasan yang permukaannya tidak rata akan terihat tidak bagus jika dikemas dengan pengemasan vakum. Kemasannya akan membentuk benjolan-benjolan jika tidak ada udara di dalamnya.

Untuk jenis makanan seperti ini dibutuhkan nitrogen flushing. Anda bisa mengamati bungkusnya yang menggelembung, dan ketika dibuka akan ada udara (nitrogen) di dalamnya.

Cara penerapan nitrogen flussing pada makanan kemasan adalah dengan menggunakan mesin yang memberi tekanan nitrogen di dalam wadah sehingga oksigen tergantikan seluruhnya oleh nitrogen. Kemudian, wadah disegel dengan cepat dan rapat.

Apakah penggunaan nitrogen flushing pada makanan ringan itu aman?

Dilansir dari Very Well, nitrogen flushing benar-benar aman untuk makanan. Sebab, nitrogen mengandung 70% udara yang Anda hirup. Nitrogen di dalam wadah makanan kemasan tidak bereaksi dengan makanan, sehingga makanan tetap terjaga kesegarannya dan dapat bertahan lebih lama.

Namun, saat Anda membuka bungkus snack, nitrogen yang berada di dalam wadah akan bercampur dengan udara sekitarnya. Ini bisa menyebabkan ketahanan makanan menjadi berkurang.

Pada beberapa bungkus makanan kemasan tersedia model zip lock yang memudahkan Anda untuk mengamankan sisa makanan. Namun pada kemasan yang tidak bermodel zip lock, pastikan menutup rapat bungkus makanan yang sudah Anda buka dengan tali, karet, atau klip. Kemudian, simpan ke dalam lemari es. Akan lebih aman lagi bila memindahkannya ke dalam wadah yang tertutup rapat, seperti toples.

Makanan kemasan yang sudah dibuka sebaiknya jangan disimpan terlalu lama karena kandungan dari makanan yang telah bercampur dengan udara sekitar sudah berubah, sehingga makanan menjadi lebih cepat basi.

Sumber : hellosehat.com oleh Aprinda Puji dan dr. Yusra Firdaus

Share this post