Limbah Plastik untuk Pembuatan Jalan

Limbah Plastik untuk Pembuatan Jalan

Pada pertengahan tahun, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) meresmikan pemasangan jalan aspal plastik di lingkungan pabriknya di Cilegon, Banten.

Digelar di area seluas 6.372 m2, aspal plastik tersebut dibuat dari bahan aspal biasa dengan campuran 5-6%, atau tiga ton, sampah plastik. Sesuai dengan hasil penelitian Kementerian PUPR, campuran limbah plastik dapat menambah daya tahan aspal dari deformasi.

“Kami berkomitmen penuh terhadap keberlanjutan (sustainability) dan ingin berkontribusi mengurai permasalahan sampah plastik di Indonesia. Pemanfaatan plastik sebagai campuran aspal kami harap dapat menjadi salah satu solusi,” kata Erwin Ciputra, Presiden Direktur CAP.

Sebelum mengimplementasikan aspal plastik, CAP mendapat pendampingan teknis oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah melakukan uji coba di beberapa kota: Bekasi, Bali, Makassar, Solo, Surabaya dan Tangerang. Sampah plastik yang digunakan dalam pencampuran aspal ini berjenis High Density Poly-ethylene (HDPE) dan berbentuk kantong plastik kresek.

Sampah plastik tersebut merupakan komponen tambahan yang bersifat komplementer dalam pencampuran aspal. Dengan komposisi yang ideal, penambahan sampah plastik dapat meningkatkan nilai stabilitas campuran aspal plastik sebesar 40%, sehingga lebih tahan terhadap deformasi plastis dan tidak mudah retak.

CAP juga menggandeng Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) guna memenuhi kebutuhan sampah plastik yang sudah dicacah untuk bahan pencampuran aspal.

The Economist menyatakan: dari semua plastik yang diproduksi sejak 1950-an, hanya sekitar 10% yang sampahnya telah didaur ulang. Hal ini semakin mendesak: sekitar 380 juta ton barang plastik kemungkinan akan dibuat tahun ini. Itu lebih dari tiga kali lipat jumlah aspal aspal yang diproduksi setiap tahun—120 juta ton—yang sebagian besar digunakan untuk membangun jalan-jalan di dunia.

Dengan misi mendukung target pemerintah mengurangi 70% sampah plastik di laut hingga tahun 2025, pemanfaatan sampah plastik sebagai campuran aspal sudah selayaknya mendapatkan dukungan serius.\

sumber: tirto.id

Share this post