Gantungan Pouch untuk Olahragawan

Gantungan Pouch untuk Olahragawan

Kemasan stand up pouch telah umum sekali dipakai untuk mengemas berbagai macam produk terutama sebagai refill. Tapi lama-lama, pouch inipun dipakai sebagai kemasan utama menggantikan kemasan rigid dengan alasan lebih ekonomis dan lebih ramah lingkungan karena menggunakan bahan plastik yang jauh lebih sedikit. Tapi disamping itu pouch mempunyai keunikan tersendiri karena lebih mudah membawanya, lebih mudah mengeluarkan isinya. Keunikan sifat dari pouch ini dimanfaatkan oleh seorang penggemar olah raga berat sekaligus seorang produsen minuman enerji untuk olahragawan. Karena mengalami masalah dengan minuman energi yang dikonsumsinya, sering mengotori pakaiannya, dia memikirkan bagaimana mendapatkan kemasan yang praktis dan mudah dibawa sebagai penggantinya. Berikut ini adalah ceitanya bagaimana dia menciptakan bukan hanya minuman enerji yang lebih funsionil tapi juga kemasannya dalam bentuk pouch yang didesainnya sendiri sehingga cocok untuk para olahragawan terutama yang melakukan perjalanan.

Jeff Bonisa, pembuat minuman ‘Mud energy’ adalah seorang yang gigih. Sebagai seorang penggemar olah raga selam dan sepeda dia tahu beban aktivitas yang berat dapat memberi pengaruh kepada tubuh dan mengapa para atlet mencari produk pemacu enerji sebagai penolong. Dan dia melihat adanya celah untuk produk yang alamiah dan yang rasanya enak. Itulah sebabnya dia menciptakan Mud Energy Gel untuk mengisi kekosongan itu. Dibuat dengan bahan-bahan pemacu enerji dan campuran protein, Mud Energy membuat satu langkah kedepan dibandingkan dengan produk enerji yang lain dengan menambahkan Sustamine kedalam campuran, sebuah bahan yang kerjanya pada beberapa tingkat untuk menolong mengembalikan air kedalam tubuh dan menjaga tingkat tenaga selama menggunakan tenaga. Dibawah ini adalah penjelasan Bonisa mengenai merek dan kemasannya yang menonjol.

Petualangannya dimulai pada tahun 2009. sebagai seorang penggemar olah raga air, naik sepeda dan secara umum orang yang suka olah raga keras. Dia melihat adanya kekosongan untuk apa yang para atlet dapat memakainya sebagai ’bahan bakar’ sewaktu melakukan aktivitas yang berat. Dia terdorong untuk menciptakan sesuatu yang dapat dipakainya dalam petualangannya yang akan memberikan bahan bermutu dengan suatu tujuan yang rasanya enak. Sebagai seorang pimpinan eksekutif, pemikiran itu datang secara alamiah. Dan dengan kemasan yang nyaman orang akan dapat menyobek, menyedot dan menutupnya dengan mudah (RIPT IT, SIP IT, CLIP IT). Apakah anda berada didaratan, dilautan, dia punya formula yang dibuat bagi anda untuk membantu anda mempertahankan enerji secara maksimal, dan menjaga anda berkinerja secara utama. Bonisa mengendarai sepeda gunung menuruni bukit selama lima tahun dan tetap mengendarai setiap ada kesempatan. Dia juga menyelam dan memanah ikan. Dia suka tinggal diluar rumah dan melakukan segala jenis kegiatan. Dia memakai produk gel lain selama beberapa tahun dan mengetahui apa isinya dan akhirnya memutuskan untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik dengan sejumlah tambahan yang bermanfaat diatas dari apa yang ada dipasar. Hal ini dilakukannya dengan bahan-bahan tambahan dan terutama dengan Sustamine. Namun, hal ini dilakukannya juga dengan kemasannya. Selama bertahun-tahun istrinya menggerutu karena harus memasukkan pakaian hydrasi yang lengket dan kotor kedalam mesin cuci, dia akhirnya memperoleh jalan keluar untuk produknya. Setelah sisa-sisa gel tidak dapat dikeluarkan setelah perjalanan yang cukup jauh, produknya ternyata merembes keluar melalui bagian bawah kemasan. Hal ini juga terjadi ketika dia sedang menyelam dan diatas perahu. Hal ini tidak menyenangkan, karena dengan sia-sia dia berusaha untuk mengeluarkan produk tersebut dari kemasannya atau dari kantung selam atau dari masker selamnya, pada akhirnya dibiarkan saja sementara bersepeda. Itulah pada dasarnya apa yang mendorong dia untuk menciptakan sebuah pouch yang dapat digantungkan dengan gantungan yang dipasang diluar pakaian atau perlengkapan sistem hidrasi. Pertama, pakaian akan tetap bersih dan kedua, setiap orang akan melihat produknya sebagai semacam iklan tanpa bayar. Ini akan membuat semuanya bersih dan diperagakan selama perjalanan. Dia menggunakan alat penggantung carabiner untuk olah raga kayak yang nyaman untuk menggantungkan barang barang sementara mengayuh kembali melalui tempat selancar. Dia tahu bahan ini merupakan pilihan besar juga bagi sebuah pouch yang dapat dipakai sementara bersepeda atau menyelam.

Kemasan ini didesainnya dengan membuat sketsa berkali-kali sementara berada di kantor dan akhirnya menemukan sesuatu yang dianggap bisa berfungsi dengan baik. Hal ini diketahuinya dengan mencoba kemampuan daya tampung lapisan film yang diperlukan untuk mengisi sejumlah bahan dan dapat menahan beratnya. Dia juga mempelajari mengenai apa yang disuka dan yang tidak disuka oleh atlet dengan kemasan fleksibel dan berusaha untuk membuat mulut dan jumlah pemakaian sedikit sehingga tidak memenuhi seluruh rongga mulut sementara berlari atau bersepeda. Struktur kemasannya terbuat dari PET/LDPE/EMMA coex/LLDPE. Bentuk dari pouch akhirnya dibuat sedemikian setelah dicoba berkali-kali karena yang dirasakan cocok dari kesemuanya adalah benar-benar penting dan perlu untuk ditampilkan. Penampilannya cukup menarik. Kelihatannya baik sekali dengan membuat lengkungan-lengkungan pada tepinya dibagian atas ditempat mana produk dikonsumsi. Produk ini lebih banyak isinya dibandingkan dengan produk lain yang sejenis dipasar, sehingga membutuhkan kemasan lebih besar tapi hal ini memberikan ruangan untuk penampilan logonya dan tulisan Sustamine yang merupakan bahan kandungan utama. Tapi gantungan ini harus disediakan sendiri oleh konsumennya, yang tidak masalah karena gantungan semacam ini umum dan mudah didapat. Untuk membuat produk ini lebih menarik disediakan sebuah karton peraga yang dapat diisi 10 pouch dimana dibagian terdepan pouch digantungkanlah sebuah alat penggantung carabiner, yang umumnya dipakai oleh pendaki gunung untuk menggantungkan perlengkapannya agar mudah dibawa sebagai contoh.

 

Sumber: Packaging Digest, 4/11/2012, Lisa McTigue Pierce

Share this post