Bisakah COVID-19 Menyebar Lewat Kemasan Makanan? Ini Kata Ahli

Bisakah COVID-19 Menyebar Lewat Kemasan Makanan? Ini Kata Ahli

Kemasan makanan digunakan untuk melindungi makanan dari bahaya bakteri. Lalu, bisakah COVID-19 menyebar lewat kemasan makanan? Ini penjelasan dari ahli.

COVID-19 masih menjadi perhatian serius di beberapa negara karena korbannya selalu ada setiap hari. Hal ini karena penyebaran COVID-19 begitu cepat dan bisa menulari siapapun.

Jika sudah tertular COVID-19, seseorang akan merasakan berbagai gejala termasuk gangguan saluran pernapasan. Dampaknya serius karena bisa saja berujung kematian. Untuk itu protokol kesehatan sangat digalakkan sekarang ini agar terhindar dari bahaya COVID-19.

COVID-19 muncul pertama kali di China, tepatnya di Wuhan. Banyak yang mengatakan kalau penyebabnya karena pasar perdagangan hewan liar di sana. Tapi sekarang Wuhan sudah kembali pulih dari COVID-19.

Tak hanya Wuhan, kota di China lainnya juga ikut terpapar termasuk Beijing. Sudah dikabarkan pulih, namun COVID-19 kembali menyerang kota tersebut.

Dilansir dari World of Buzz (13/7), ada sekitar 223.000 sampel makanan beku impor yang harus diperiksa karena diduga terpapar COVID-19. Hasilnya 6 makanan beku tersebut positif terpapar COVID-19. Namun, bukan berarti penyebaran tersebut karena kemasan makanan.

Bi Kexin selaku Direktur Jenderal Biro Keamanan Pangan Impor dan Ekspor di China mengatakan, “Hasil penelitian menunjukkan kalau wadah dan kemasan dari perusahaan berisiko terkontaminasi COVID-19.”

“Para ahli mengatakan meskipun itu tidak menyebarkan virus pada makanan, tapi itu menunjukkan kalau manajemen keamanan makanan mereka tidak ideal,” lanjut Bi.

Walaupun pemerintah di China telah mengatakan penyebaran COVID-19 ke makanan sangat kecil risikonya, namun mereka terus menguji dan menghentikan pengiriman makanan beku ke luar negeri. Ini sebagai langkah pencegahan karena ditakutkan virus dapat ditularkkan lewat makanan beku.

Contohnya ketika kasus ditemukannya salmon impor terpapar COVID-19 karena talenan yang mereka gunakan. Para ahli yakin kalau ikan itu sendiri tidak mungkin membawa virus.

Jadi dapat dipastikan penyebaran COVID-19 melalui perantara makanan tidak benar adanya. Namun jika ada makanan yang terpapar COVID-19 ini dikarenakan para petugas yang menyajikan makanan tersebut.

Kebersihan lingkungan produsen makanan juga harus diperhatikan. Li Ning selaku Wakil Direktus Pusat Penilaian Risiko Keamanan Pangan Nasional China mengatakan, “Fasilitas pemrosesan makanan dan toko ritel harus meningkatkan kebersihan mereka untuk mencegah penyebaran.”

Sumber detik.com Oleh: Yenny Mustika Sari

Share this post