Ada Gelaran Asian Games 2018, Omzet UMKM Naik hingga 300 Persen

Ada Gelaran Asian Games 2018, Omzet UMKM Naik hingga 300 Persen

Jakarta – Gelaran Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang membawa berkah bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Adanya ajang ini bahkan mendongkrak omzet UMKM.

Jakarta Gelaran Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang membawa berkah bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Adanya ajang ini bahkan mendongkrak omzet UMKM hingga 300 persen.

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) M Ikhsan Ingratubun mengatakan, adanya Asian Games membuat bisnis UMKM kembali bergairah, khususnya di wilayah yang berlokasi dekat dengan venue. 

“Dampaknya sangat baik untuk UMKM, baik di daerah seperti Senayan, Stadion Jakabaring, apalagi daerah-daerah yang sebelumnya kurang bergairah UMKM di sana, pada saat Asian Games ini juga sangat bergairah,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Menurut Ikhsan, akibat adanya Asian Games, UMKM bisa meraup omzet hingga tiga kali lipat, terutama bagi UMKM pedagang makanan dan minuman.

“Rata-rata (omzet) di atas 300 persen, terutama makanan dan minuman,” lanjut dia.

Selain itu, ajang olahraga terbesar di Asia ini juga menjadi pendorong munculnya UMKM-UMKM baru di wilayah sekitar venue.

Ikhsan mencontohkan di wilayah Pulomas, Pulo Gadung, Jakarta Timur yang menjadi venue pacuan kuda dan Danau Jakabaring, Palembang yang menjadi venue dayung.

“Seperti di perlombaan Pacuan Kuda di Pulo Gadung. Sebelumnya enggak ada UMKM. Saat ini bergairah juga seperti olahraga dayung yang berada di sekitar Danau Jakabaring,” tandas dia.

Pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018 telah resmi dibuka. Sebagai tuan rumah, banyak keuntungan yang akan didapatkan oleh Indonesia dari ajang ini, salah satunya dari sisi ekonomi. 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan,‎ outputperekonomian DKI Jakarta saat menjelang dan pelaksanaan Asian Games ‎bertambah sekitar Rp 40,6 triliun. Angka ini diraih dari kegiatan kontruksi persiapan saran dan prasarana senilai Rp 18,5 triliun, kegiatan opersional penyelenggaraan Rp 20,9 triliun dan kegiatan pengunjung domestik mancanegara Rp 1,2 triliun. 

Sedangkan untuk output perekonomian Palembang‎ bertambah sebesar Rp 11,1 triliun. Ini terdiri dari kegiatan konstruksi persiapan prasarana dan sarana Rp 9 triliun, kegiatan operasional penyelenggaraan Rp 1,6 triliun dan kegiatan domestik dan mancanegara negara sebesar Rp 439 miliar. 

“Kenapa jadi penting? karena akan muncul pentas olahraga baru, infrastruktur baru. Sejarah 1962 kita punya kompleks olahraga Senayan, kalau tidak jadi tuan rumah belum tentu punya. Berikutnya adalah eknomi apakah pariwisata, kesepakatan kerja, kesepakatan usaha, promosi wilayah Jakarta dan Palembang,” ujar dia beberapa waktu lalu di Jakarta, seperti ditulis Minggu (19/8/2018).

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, menyatakan sektor yang mendapatkan dampak positif dari Asian Games, yaitu transportasi, pariwisata, jasa, makan, minuman dan hiburan.‎Selain itu, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga kecipratan manfaat ekonomi Asian Games 2018, melalui pembuatan dan penjualan pernak pernik Asian Games. ‎

“Koordinasi antara negara sudah berjalan. Booking hotel, transportasi, guide tempat wisata,” kata dia.  

Sumber: liputan6.com oleh Septian Deny

Share this post