7 Tips Desain Kemasan yang Membuat Penjualan Meroket

7 Tips Desain Kemasan yang Membuat Penjualan Meroket

Berbagai jenis makanan dengan beraneka kemasan tertata rapi di atas rak penjualan di supermarket. Saat kita memilih tentunya kita akan memilih makanan adalah kemasan yang menarik mata kita. Kita ambil, kemudian kita baca informasi yang tercantum pada kemasan tersebut. Bila tidak cocok, maka akan kita simpan kembali pada tempatnya. Selanjutnya kita akan mengambil lagi, dan membaca lagi. Hingga kita pilih sesuai dengan keinginan kita.

Dari cara kita, melakukan pemilihan makanan tersebut maka peluang dari kemasan yang menariklah yang memperoleh peluang yang paling besar. Oleh karena itu, bila Anda seorang penggiat produk makanan, jadikanlah kemasan sebagai salah satu senjata daya tarik bagi pembeli.

Ngomong-ngomong, apa saja sih kriteria untuk membuat kemasan makanan? Menurut seorang desainer kemasan dalam negeri, Luthfi Ahmad Fikri, dalam pembuatan desain kemasan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. Efektif

Pemahaman kemasan efektif adalah kemasan harus sesuai dengan isi dari produk yang dikemas. Misalkan isi produk 300 gram, maka efektifnya dikemas dalam kemasan ukuran 300 gram, bukan dalam ukuran kemasan lebih besar maupun lebih kecil.

2. Food Safety

Kemasan yang digunakan haruslah aman bagi produk makanan yang dikemas. Selain itu, biasanya kemasan dilengkapi dengan beberapa informasi seperti:

  • bahan yang digunakan untuk membuat produk tersebut beserta komposisinya
  • cara penyimpanan yang diperlukan. Jika disimpan dalam lemari pendingin, bagaimana? Dalam suhu ruang, bagaimana?
  • khusus untuk produk yang setengah jadi, maka proses hingga siap disajikan perlu dibuatkan tahapan pembuatannya. Contoh yang sering kita temukan adalah pembuatan mie instan.            

3. Ergonomis

Faktor ini terkait bagaimana  kemasan didesain harus mudah untuk dibawa, dipegang atau disobek dan diambil isinya. Contoh pada kemasan air mineral, kita sering menjumpai adanya ulir pada kemasan, hal tersebut didesain agar kemasan mudah untuk digenggam oleh tangan.

4. Mudah dikenali

Eye catching, begitulah istilah bahasa inggrisnya. Dari jarak sekian meter, kita sudah mengidentifikasi bahwa kemasan itu berisikan produk yang dicari oleh pembeli.

5. Easy Delivery

Efektivitas pengiriman ditentukan pula oleh desain kemasan yang baik. Saat pengiriman, kemasan tersebut kuat dan stackable. Bisa dibayangkan jika dalam pengiriman produk, kemasannya saja sudah memakan tempat, akan menyulitkan bukan?

6. Informatif

Secara umum informasi yang dibutuhkan pada suatu kemasan produk yaitu brand, nama produk, jenis produk, logo halal, berat netto produk, PIRT (perizinan), penjelasan produk, barcode (kode produk), komposisi, kandungan gizi, dan lama serta keterangan produsen

7. Desain itu sendiri

Jika bicara desain, maka mulai bentuk, gambar dan komposisi warna perlu yang menarik. Desain menjadi ujung tombak untuk menarik calon pembeli secara visual. Bagaimanapun, mata adalah yang pertama melihat produk makanan tersebut. Maka, mata adalah yang pertama harus dimanja oleh desain yang menarik.

Nah, kalau sudah ada pengetahuan ini, silakan buat kemasan yang produk yang sesuai dengan kriteria di atas. Selamat berkolaborasi dan nikmati penjualan yang meroket melalui kemasan yang keren.

Sumber: bernas.id

Share this post