5 Masalah Utama UKM Sulit Berkembang dan Solusinya

5 Masalah Utama UKM Sulit Berkembang dan Solusinya

Merupakan suatu fakta bahwa Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki peranan cukup penting dalam perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap perekonomian mencapai 61.41 persen dari PDB.

Bahkan dalam penyerapan tenaga kerja, UKM lebih dominan lagi dengan hampir 97 persen dari total tenaga kerja nasional diserap UKM.

Walaupun hampir semua pejabat pemerintah dan masyarakat memahami pentingnya UKM dalam perekonomian, namun sampai saat ini masih terdapat beberapa masalah utama UKM yang membuat mereka sulit berkembang.

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) mengutarakan bahwa beberapa masalah utama UKM sulit berkembang adalah terkait permodalan, pemasaran dan pengemasan.

Lain halnya dengan CEO Pro Indonesia Foundation, Budi Satria Isman yang mengatakan bahwa terdapat enam masalah utama UKM sulit berkembang yaitu pengetahuan, pemasaran, permodalan, teknologi, legal maupun administrasi keuangan, dan jaringan.

Walaupun terdapat ahli yang berbeda pendapat mengenai apa masalah utama UKM sulit berkembang, namun umumnya permasalahan tersebut terkait dengan 5 masalah utama UKM sebagai berikut:

1. Modal Usaha dan investasi

Tidak adanya atau sulitnya akses UKM untuk mendapatkan modal usaha dan investasi adalah salah satu penyebab UKM sulit berkembang yang sering ditemukan dan diakui oleh pelaku usaha UKM.

UKM tidak berbeda dengan usaha besar dimana untuk menjalankan dan mengembangkan suatu usaha dibutuhkan adanya modal usaha dan investasi yang cukup.

Namun, kebanyakan UKM tidak bisa mendapatkan kredit usaha atau investasi karena tidak memiliki aset yang mempunyai nilai sebagai jaminan kredit, catatan keuangan yang dapat diandalkan untuk memperoleh kredit usaha, dan/atau reputasi yang mendukung sebagai pihak yang taat membayar cicilan/melunasi kredit.

Solusi dari permasalahan yang pertama yaitu tidak adanya aset yang mempunyai nilai sebagai jaminan kredit dapat diatasi dengan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dengan bunga rendah dan tanpa agunan.

KUR Mikro mempunyai nilai kredit dengan maksimal Rp25juta dengan jangka waktu pinjaman selama tiga tahun atau 36 bulan dan bisa diperpanjang sesuai ketentuan. KUR Mikro di BRI, Mandiri, dan BNI misalnya tidak memerlukan jaminan sebagai syarat kredit.

Namun, anda harus sudah mempunyai usaha yang berjalan selama 6 bulan dan mempunyai catatan keuangan yang menunjukkan bahwa UKM yang anda jalankan sehat, menguntungkan dan layak diberikan kredit.

KUR Mikro tersebut juga menjadi solusi untuk masalah kurangnya reputasi kredit dari UKM. Dimana dengan adanya sejarah UKM anda telah membayar cicilan secara disiplin dan tepat waktu maka bank akan lebih mudah memberikan kredit yang lebih besar dikemudian hari.

 

2. Pemasaran

Banyak sekali UKM yang dapat membuat produk yang berkualitas dan bersaing namun tidak dapat bertahan karena sulitnya memasarkan produknya.
Selain itu masalah pemasaran juga menjadi salah satu masalah utama UKM sulit berkembang untuk menjadi bisnis yang besar.

Hal ini dapat dipahami karena tanpa dapat memasarkan produk dengan baik, UKM tidak dapat meningkatkan penjualannya dan kapasitas produksinya. Akibatnya UKM tersebut akan stagnan dan sulit untuk berkembang lebih jauh.

Salah satu solusi untuk mengatasi masalah pemasaran ini adalah dengan mengikuti pameran-pameran yang cukup besar untuk mengembangkan jaringan dan memperoleh pelanggan-pelanggan baru.

Anda juga harus membuat website profil perusahaan dan produk anda untuk membantu meningkatkan reputasi bisnis anda dan agar bisnis anda mudah ditemukan oleh calon pelanggan anda.

Selain itu, anda juga dapat mengatasi masalah utama UKM sulit berkembang yang satu ini dengan mempelajari dan mengimplementasikan pemasaran melalui media internet seperti membuat toko online, promosi sosial media, dan konten marketing.

 

3. Pengetahuan

UKM seringkali dijalankan oleh sumber daya manusia yang terbatas. Keterbatasan jumlah maupun pengetahuan sumber daya manusianya tersebut menjadi salah satu masalah utama UKM sulit berkembang.

Pengetahuan menjadi kendala UKM tidak bisa berkembang karena berbagai aspek operasional dari usaha hanya dapat dijalankan dengan efektif dan efisien dengan adanya pengetahuan dan atau pengalaman yang cukup pada orang-orang yang menjalankannya.

Contohnya, hanya sedikit UKM yang dapat memanfaatkan media internet sebagai media pemasaran yang efektif karena kurangnya pengetahuan pelaku usaha untuk melakukan promosi dengan baik. Atau, banyak pelaku usaha UKM yang kemudian tertipu saat mengekspor barang karena tidak mengetahui praktik-praktik ekspor barang yang baik adalah dengan menerima pembayaran melalui Letter of Credit dari bank yang kredibel.

Solusi untuk masalah pengetahuan ini dapat diatasi dengan berkonsultasi dengan instansi-instansi pemerintah terkait seperti Kementerian Perdagangan, atau Kementerian Perindustrian. Anda juga dapat mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh pemerintah atau asosiasi industri yang anda ikuti.

 

4. Branding

Branding merupakan suatu aspek penting untuk mengembangkan suatu bisnis kecil dan menengah menjadi bisnis yang besar. Hampir semua bisnis besar mempunyai branding yang kuat di pasar tertentu dimana mereka menjadi salah satu pemimpin pasar.

Selain itu branding juga sangat penting untuk memperkuat posisi suatu usaha agar dapat bertahan ditengah persaingan usaha yang ketat.

Branding tidak dapat dilakukan secara instan, diperlukan usaha dan strategi yang dijalankan secara konsisten dan terus menerus. Oleh karena itu tidak heran jika banyak UKM yang mengalami masalah branding dalam mengembangkan bisnis mereka.

Solusi dari masalah utama UKM yang ini adalah mengikuti pelatihan melakukan branding dan mempelajari strategi-strategi branding melalui buku atau mentor usaha.

 

5. Administrasi Keuangan dan Legal

Masalah administrasi keuangan dan legal adalah salah satu masalah yang sering menjadi kendala bagi suatu UKM untuk dapat berkembang.

Administrasi keuangan yang baik adalah dasar dari sehatnya suatu bisnis. Tanpa adanya pencatatan keuangan yang baik maka suatu usaha akan sangat mudah mengalami kesulitan keuangan, penggelapan ataupun kerugian yang tidak diharapkan.

Sedangkan administrasi legal dapat menjadi masalah karena tanpa adanya legalitas usaha yang jelas suatu UKM akan sulit mendapatkan akses kredit, ekspor impor, dan berbagai pelayanan lainnya dari pemerintah.

Solusi untuk masalah ini adalah dengan mempekerjakan orang yang mempunyai kualifikasi untuk menangani masalah keuangan dan legal. Pada skala mikro anda mungkin dapat menangani pencatatan keuangan dan legal sendiri namun pada skala usaha kecil dan menengah anda harus mendelegasikan tugas tersebut agar anda bisa fokus untuk mengembangkan bisnis anda.

 

Sumber : idntrepreneur.com oleh Firman

Share this post